Beberapa bulan yang lalu banyak sekali gigs
yang di adakan di tempat-tempat yang
notaben nya bukan halayak di tempati oleh gigs-gigs underground, umumnya sih
gedung serbaguna, gedung kampus, studio, lahan parkiran, pelataran kantin
kampus, aula, dan lapangan. Tapi beberapa bulan lalu telah di adakan gigs yg
tidak biasa “sangar” yang pantas buat seruan gigs-gigs tersebut, Greja tempat
ibadah umat kristiani mulai di lirik sebagai lokasi gigs underground.
Seruan ini sungguh tidak biasa bagi pencinta
musik bingar-bingar, Gereja Simon Stock kota batu mulai jadi ajang moshing para
undergrounders kota malang. Dan yang baru-baru ini mencengangkan adalah gigs di
tengah kampung, weeeew!!! Gahar dan unik, yang terpikirkan oleh saya pada waktu
itu adalah “bagaimana warga kampung bisa menerima kami sebegitu santai dan
rilex nya”, padahal sebagian orang awam mengira kita adalah kaum chaos kaum
perusuh!!, apakah ini awal terang bagi kita menunjukan bahwa musik keras tidak
identik dengan kekerasan.
Ini awal yang baik!, bagi kita Budak Hitam
Corporation makanan bervitamin adalah penggelaran event yg beberapa tahun ini
intens kita adakan, kalau kita peka terhadap lingkungan mari berinovasi tentang
event yang kita agendakan. (gilang)
